Kamis, 18 Oktober 2018

Hukum Bergaul di Medsos

Sebenarnya, bagaimanakah hukum bergaul di medsos?
Seperti yang kita ketahui, bahwa anak-anak muda zaman kita ini guys, gak ketinggalan sama yang namanya media sosial.
mau itu facebook, twitter, instagram.. hampir semua dari kita memiliki akun-akun tersebut.
banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari media sosial tersebut, guys..
asalkan -digaris bawahi- kita dapat menggunakannya dengan bijak dan dapat bermanfaat bagi kita maupun orang lain.
Maka, apa yang tidak bermanfaat itu?
Nah, dari lebih mudahnya kita dalam mengakses segala informasi serta berkomunikasi di media sosial inilah penyebabnya.
Pasti kalian semua tau kan bahwa berkhalwat atau berdua" an itu tidak diperbolehkan dalam agama?
Jadi, secara tidak kita sadari, disaat kita sedang merasa asyik ngobrol nih ya sama seseorang yang baru kita kenal di medsos, misal dia tiba-tiba suka komentar di status kita, atau suka boom-like notif kita, terus kita merasa senang nih sama orang ini yang sampai membuat kita menjadi akrab sama seseorang itu, dengan jarak yang jauh dan juga tidak pernah bertatap muka, akhirnya kita dapat mengenal dia melalui chat atau messenger, tanya ini tanya itu, tuker-tukeran foto, cerita ini itu, yang mana secara tidak langsung kita menjadi terbiasa ngobrol berduaan sama dia, guys.. hal tersebutlah yang dapat kita anggap sebagai berkhalwat walaupun dalam medsos.
Apalagi kalau kita sampai menunda-nuda shalat, makan tidak teratur, jadinya main medsos melulu, maka akan sangat berpengaruh kepada orang-orang terdekat kita, misal jadi jarang ngajak main si adek.. jarang mau nemenin mama belanja.. dan banyak hal lagi..
So, guys, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa boleh bagi kita untuk menggunakan medsos dalam hal-hal yang bermanfaat, bukan hanya untuk kesenangan belaka, karena medsos dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Rabu, 17 Oktober 2018

Iri Tidak Pernah Berhenti


Pernahkah kamu merasa iri, guys?
yap, pasti pernah kan?
iri akan sesuatu hal ataupun dengan seseorang.
Secara relatif, rasa iri akan muncul apabila kita melihat sesuatu yang terdapat pada diri seseorang yang mana kita tidak mampu atau belum bisa mendapatkannya sedangkan kita menginginkan hal itu, right?
Iri dalam islam tidak diperbolehkan, guys.
Kenapa?
karena sifat iri ini membuat kita tidak atau kurang mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita.
Sehingga kita mengharapkan lebih-lebih dan lebih lagi.Dan pada hakekatnya, manusia memanglah bersifat sedemikian, yaiutu apabila diberi kesusahan mengeluh, dan ketika diberi kemudahan malah lupa sama Allah SWT.
astaghfirullahal'adzim..
seperti gambar disamping, guys.. disana kita dapat melihat bahwa iri itu tidak pernah berhenti, selalu dan selalu mengalir layaknya sungai, sehingga bemruara kembali pada asalnya.
Maka, apalah hikmah dari iri tersebut, kawan?
sudahlah cukup kita mensyukuri kenikmatan yang diberikan Allah pada kita, karena apabila kita bersyukur maka Allah akan menambahkan kenikmatan itu lagi dan lagi. Dan apabila kita tidak bersyukur maka bagi kita lah adzab Allah yang pedih.
Na'udzubillah min dzalik..

Hukum Selfie


Ckrak, ckrek, wah.. seru banget ya selfie sana selfie sini.. apalagi kalo dapet view atau pemandangannya cakep. Wuih.. rasanya tuh seneng gituh,  dan yang namanya selfie pastinya gak cukup sekali ya guys, but berkali-kalii bangett.. trus ntar diantara foto-foto tadi, terdapat foto  yang -udah diseleksi  dan diedit setengah mati- dianggap paling wokehh, diupload deh.. so, bikin captionnya gini nih misal, “lagi di tugu Jogja nih” #mytrip #holiday #beautifulljogja #bakalkangen #instaphoto #danblablabla~ , padahal ya guys, foto tugunya tuh seumpritt dan muka dianya mejeng gede banget segede gaban, jadi ini judul besarnya si tugu apa si muka die?
Ya... emang gak salah-salah banget lah ya.. kan ceritanya selfie gituh.. dalam artian selfie adalah “my self” so, i just want to show my self in that picture, okelah oke.. tapi kasianlah si tugunya sakit hati.. orang gedean tugu daripada tuh mukak, hehehh
Well, setelah membahas tentang selfie, sekarang kita punya pertaanyaan yang menarik guys,
Ehem. “ sebenernya selfie itu dosa gak sih? Katanya kalok diupload malah jadi riya’ ya? Berarti boleh asal gak diupload gitu?”
Okeh, good question, pada pertanyaan diatas, masing-masing dari kita pasti sudah memiliki jawabannya.
Kita sebagai muslimah sejati sudah seharusnya menjaga diri kta guys..
dan menghindari diri dari perbuatan" yang tidak atau kurang bermanfaat.. contohnya sendiri ya seperti selfie itu.
selain tidak bermanfaat selfie dapat menimbulkan dosa, karena kita akan merasa berbangga diri serta sombong akan hasil selfie yang kita upload di medsos guys.. 
apalagi kalau likersnya tuh banyak ya guys.. wuihh.. ketagihan tuh selfienya sana sini situ sampe ndelosor" jugak masih selfie.. hehe
 Dan kalian tau? apabila kita sedang beribadah nih ya, trus kita selfie tuh misal lagi hafaln quran, trus kita upload nih ya, dan yang ngelike tuh banyak banget guys..
Sampai orang-orang komen "wuih.. alim bener.." atau "alhamdulillah si fulan calon ahlu jannah"
hal itu dapat dan saangat dapat mengurangi pahala kita loh guys! seperti gambar diatas..
ckckck.. jadi, sebenarnya tidak apa-apa, selfie asalkan untuk tujuan yang baik dan bukan untuk pamer, misalnya membuat quotes-quotes yang berbau dakwah, lalu diupload itu kan sangat bermanfaat ya guys, daripada waktu kita habids hanya untuk menyombongkan diri..
Right??